Tag Archives: Kunyit Putih

Tolak Angin Si Kunyit Putih

Meski tak setenar kunyit yang masih saudara serumpun, kunyit putih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi herba potensial. Pengakuan empiris maupun penelitian membuktikan, rimpang ini bermanfaat untuk menolak angin dan efektif menekan risiko kanker.

Dalam pemakaian sehari-hari kunyit putih belum sepopuler saudara kandungnya, kunyit kuning. Maklumlah, secara fisik dan rasa memang beda. Kunyit memiliki warna daging lebih kuning dan rasanya tak begitu getir. Ukurannya pun cenderung lebih besar dibanding kunyit putih, tetapi keduanya memiliki aroma khas dan kuat lantaran kandungan minyak atsirinya.

Selama ini sebagian masyarakat Indonesia sudah mengakui khasiat kunyit putih sebagai pereda masuk angin. Seperti yang dituturkan oleh Bu Aisyah, penggemar tanaman obat yang tinggal di Depok. Menurut pemilik kedai jamu ini, kandungan minyak atsiri yang tinggi yang membuatnya berkhasiat.

Share

Kunyit Putih Ampuh Bantu Penyembuhan Kanker

Pengobatan herbal menjadi alternatif banyak orang untuk penyembuhan penyakit. Salah satu pengobatan herbal yang banyak diminati adalah kunyit putih yang disinyalir dapat digunakan untuk membantu penyembuhan kanker. “Kunyit putih bisa membantu proses penyembuhan kanker karena mengandung senyawa turunan (derivat) flavonoid dan kurkumin yang bertindak sebagai antioksidan,” ujar Dr Maksum Radji, MBiomed, Apt, Ketua Perhimpunan Penelitian Bahan Alam, Kamis (14/1/2010).

Dr Maksum menjelaskan khasiat kunyit putih dalam melawan sel kanker masih sebatas penelitian in vitro (laboratorium) dan belum mencapai uji klinis. Namun kunyit putih sudah banyak dipakai sebagai obat alternatif untuk penyakit kanker.

Share

Tanaman Pelawan Kanker Dari Kunyit Putih hingga Benalu

Tumbuh-tumbuhan di Indonesia terbukti mampu mencegah maupun mengobati kanker. Meski perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sejumlah tanaman seperti kunyit putih, tapak dara, daun dewa hingga benalu telah digunakan penderita kanker sebagai ikhtiar mengobati penyakitnya. Banyak yang berhasil sembuh sehingga pengobatan tradisional pun menjadi tumpuan harapan baru bagi para penderita kanker.

Kunyit putih diyakini memiliki khasiat antikanker. Meski demikian cuma kunyit putih jenis mangga (Curcuma mangga) yang tumbuh terbatas di tempat yang bersuhu dingin di Indonesia, yang dapat mencegah atau mengobati kanker. Kunyit putih ini mempunyai ciri tertentu, antara lain bintik umbinya seperti umbi jahe dan berwarna kuning muda (krem). Dalam keadaan segar baunya seperti buah mangga kweni dan bila telah diekstrak atau dijadikan bubuk, warnanya tetap kuning muda (krem).

Share

Apakah Sama Kunyit Putih SYIFA dengan Kunyit Putih SULTHON?

Share

Kunyit Putih Instan SULTHON

Kunyit Putih Instan SULTHONKunyit Putih Instan Sulthon merupakan generasi baru dari Kunyit Putih Instan Syifa yang dikeluarkan oleh PT IndoHaFi. Kunyit Putih Sulthon mempunyai komposisi curcuma mangga sebagi rimpang kunyit putih dan gula pasir. Sebagaimana halnya Kunyit Putih Syifa, Kutih (Kunyit Putih) Sulthon juga mempunyai kualitas yang sama, bahkan lebih baik. Disamping rasanya yang cukup enak dan disukai para wanita, Kutih Sulthon memang mempunyai kemanfaatan yang banyak ditujukan kepada wanita.

Diantara peneliti yaitu Drs. Cheppy Syukur dalam bukunya Temu Putih Tanaman Obat Antikanker, PS menyebutkan bahwa khasiat dari kunyit putih dengan rimpang curcuma mangga banyak terarah kepada para wanita, diantaranya adalah:

  • Mengecilkan rahim sesudah masa persalinan.
  • Menyempitkan organ kewanitaan (vagina).
  • Mengeringkan luka sesudah operasi kanker payudara.
  • Membantu mengatasi haid dan keputihan.
  • Melancarkan  menstruasi.

Selain Cheppy Syukur, dalam literatur lain Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Drs. Arief Hariana, PS menyebutkan bahwa khasiat dari rimpang curcuma mangga memang untuk mengecilkan rahim. Juga sebagai penambah nafsu makan dan pencegah kanker.

Kini, kemasan Kunyit Putih Instan Sulthon lebih menjaga isi/kualitas kunyit putih instan-nya. Dikemas dengan berat isi 150gram.

Share

Khasiat Kunyit Putih (curcuma mangga)

Kunyit Putih (curcuma mangga), sebagai anggota keluarga besar Curcuma, mengandung zat kurkumin. Dalam buku Encyclopedia of Medical Plants dinyatakan, kurkumin mempunyai khasiat anti-oksidan dan anti-inflamasi. Bahkan khasiat anti-oksidannya lebih kuat dari vitamin E, sedangkan khasiat anti-inflamasinya lebih kuat daripada hidrokortison kimia/sintetis.

Menurut laporan American Institute of Cancer Report yang dimuat The New York Times akhir Juli 1999, kanker dapat dicegah dengan kunyit. Zat anti-oksidan pada kunyit berfungsi mencegah kerusakan asam deoksiribonukleat (senyawa yang menyusun gen),  karena kerusakan gen adalah salah satu penyebab terjadinya kanker.

Sedangkan kurkumin bersama feruloyl dan 4-hydroxy-cinnamoyl adalah senyawa anti-inflamasi yang terdapat pada rimpang kunyit.

Share

Kunyit Putih, Bebaskan Diare dan Kembung

Salah satu tanaman obat keluarga (toga) kunyit putih mungkin tidak seakrab saudara kandungnya, kunir alias kunyit. Kunir sudah sangat akrab di dunia kuliner. Rimpang kunyit putih yang memiliki nama latin Curcuma zedoaria ini juga mengandung banyak khasiat bagi kesehatan.

Soal rasa memang lebih getir ketimbang saudaranya. Namun aromanya lebih khas dan kuat lantaran kandungan minyak atsirinya yang lebih banyak. Berdasarkan catatan Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Ditjen POM, penelitian tentang kunyit putih atau kunir putih atau temu putih ini telah dilakukan di Cina sejak tahun 1988. Kunyit putih diketahui banyak mengandung minyak atsiri yang terdiri atas curdione dan curcumol. Memiliki sifat antioksidan yang dapat menahan zat radikal bebas penyebab tumbuhnya sel kanker, antiinflamasi (peradangan) serta dapat meningkatkan sel darah merah.

Share

Terapi Kanker dari Alam

Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, temu mangga, kunyit, dan mahkota dewa. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan berbahan dasar kimia.

Terapi yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi, dan kombinasi. Pada umumnya, terapi-terapi tersebut memiliki efek samping yang membuat para penderita merasa tidak nyaman dan malah mengeluhkan mual, rasa terbakar, saraf perasa tak berfungsi untuk sementara, pencernaan terganggu, dan rambut rontok. Penelitian terhadap terapi pengobatan tumor dan kanker juga dilakukan di berbagai penjuru dunia. Salah satu contohnya adalah vaksin untuk mengendalikan sel-sel kanker yang ditemukan oleh pakar kedokteran di Kuba. Penelitian juga dilakukan pada berbagai tanaman yang diduga memiliki khasiat obat. Di beberapa negara dan daerah, ada beberapa jenis tanaman yang mampu mengatasi tumor dan kanker. Contohnya temu putih dan keladi tikus yang banyak digunakan dalam ramuan antikanker oleh para terapis tradisional dan terapis herbal. Beberapa waktu lalu di Jakarta, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sampurno mengemukakan, tanaman berkhasiat obat itu perlu dikembangkan. “Tanaman obat ini tak mengandung efek samping yang berarti bagi tubuh. Di samping itu, kita memiliki banyak pengalaman dalam menggunakannya secara turun-temurun. Karena itu, perlu peningkatan penelitian terhadap tanaman obat ini,” katanya. 

Share

Temu Putih (Curcuma zedoaria [Berg.]Rosc,)

Terapi Kanker Alami dengan Kunyit PutihUmumnya, temu putih ditanam sebagai tanaman obat, dapat ditemukan tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka yang tanahnya lembab pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Sosok tanaman ini mirip dengan temulawak dan dapat dibedakan dari rimpangnya. Temu putih banyak ditemukan di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Ambon, Hingga Irian. Selain itu, Juga di budidayakan di India, Banglades, Cina, Madagaskar, Filipina, dan Malaysia.

Share

Temu Putih Antivirus dan Pelega Perut

Tanaman obat tradisional yang nama depannya menggunakan kata temu cukup banyak jenisnya. Ada temulawak, temugiring, temu putih, temu ireng, dan sebagainya. Namun, masing-masing mempunyai khasiat berbeda. Seperti juga temu putih (Curcuma zedoaria). Menurut pimpinan Pembibitan dan Penjualan Tanaman Obat Merapi Farma, Yogyakarta, Sidik Raharjo, sering kali orang sulit membedakan antara temu putih dengan temu mangga dan kunir putih. Yang biasa dipakai sebagai pengobatan adalah rimpangnya (umbi). Warna rimpang ketiga jenis tanaman obat tersebut memang mirip, yaitu putih. Namun, kalau dilihat dari nama Latin-nya akan kelihatan perbedaannya.

Share