Baru Ada 6 Jenis Jamu yang Sudah Lulus Uji Klinis

Keragaman hayati di Indonesia menempati urutan kedua setelah Brazil. Sayangnya, dari ribuan tanaman obat, baru ada 6 jenis jamu yang sudah lulus uji klinis atau disebut fitofarmaka. Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Ada 30.000 jenis tanaman dan 9.600 diantaranya telah terbukti memiliki khasiat. Tapi hingga saat ini, baru ada 6 jenis fitofarmaka (lulus uji klinis pada manusia), 31 obat herbal terstandar (baru lulus uji praklinis pada hewan coba) dan 1.400 jamu (berdasarkan pengalaman).

“Saat ini kita sudah memiliki 6 fitofarmaka, 31 OHT (obat herbal terstandar) dan 1.400 jenis jamu,” jelas Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Ali Gufron Mukti MSc PhD, saat memberi sambutan dalam seminar jamu ‘Indonesia Cinta Sehat, Saatnya Jamu Berkontribusi’ di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (16/11/2011).

Menurut Prof Ali, ada beberapa kendala yang menyebabkan banyaknya obat-obat tradisional yang belum teruji, antara lain dana dan para ahli yang terlibat.  ”Begitu banyak jenisnya, potensi besar tapi untuk melakukan penelitian masih terbatas. Ini karena dana juga terbatas, ahli-ahli, ketertarikan dan penggerakkan juga belum sesemangat sekarang. Untuk ini kita sekarang membentuk direktorat baru (di Kementerian Kesehatan) untuk khusus menangani ini. Saya optimis jamu akan jauh lebih maju dari sebelumnya,” tegas Prof Ali.

Selama ini, pada pendekatan kedokteran di Indonesia yang diterima sebagai pengobatan formal adalah pengobatan barat, bukan pengobatan tradisional seperti jamu. Oleh karena itu, dibutuhkan bukti ilmiah (evidence base) sehingga jamu dapat benar-benar terbukti memberikan keamanan, keefektifan, meningkatkan daya tahan tubuh dan bahkan memberikan daya efektivitas kuratif (menyembuhkan).

Menurut Prof Ali, kesempatan untuk jamu sangat luar biasa hingga benar-benar dapat memberikan kemanfaatan. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya saintifikasi, jamu dapat dikaji secara ilmiah dan dimanfaatkan sebagai pengobatan yang benar-benar teruji. ”Kita (pemerintah) ingin melakukan sebuah evidence base, artinya secara ilmiah dikaji, diteliti seberapa jauh obat-obat tradisional termasuk jamu memberikan suatu kemanfaatan. Kita melibatkan berbagai pihak untuk bisa melakukan saintifikasi jamu,” tutup Prof Ali.

Obat-obatan dari bahan alam itu dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

1. Jamu
Adalah obat asli Indonesia yang ramuan, cara pembuatan, cara penggunaan, pembuktian khasiat dan keamanannya berdasarkan pengetahuan tradisional, pengalaman atau data empiris.

2. Obat Terstandar (OHT)
Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinis (pengujian terhadap hewan percobaan) tapi belum uji klinis atau pada manusia meski bahan bakunya telah distandarisasi.

3. Fitofarmaka
Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinis dan klinis, dimana bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi. Produk fitofarmaka dapat disetarakan dengan obat moderen dan sudah dapat diresepkan oleh dokter.

Seorang dokter hanya boleh meresepkan obat herbal fitofarmaka, yang telah teruji klinis dan telah diujikan terhadap manusia. Namun tidak sembarang dokter boleh memberikan resep obat herbal. Dokter tersebut harus tersertifikasi organisasi profe
(mer/ir)  Merry Wahyuningsih - detikHealth

Share
Tags: ,

One Response to Baru Ada 6 Jenis Jamu yang Sudah Lulus Uji Klinis

  1. rahmat says:

    didaerah saya banyak kunyit putih tapi masalahnya termasuk jenis mana, soalnya yang saya perhatikan umbinya berwarna putih dengan garis melingkar di bagian tengahnya berwarna hitam, sedangkan baunya tidak terlalu tajam seperti kunyit biasa namun bentuknya besar hampir seperti jahe dan di unjung akar ada bulatannya seperti umbi lagi. apakah itu termasuk kunyit putih? mohon penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>